Perlu Dicontoh Pejabat Indonesia, Menteri Olahraga Australia Mundur Gara-gara Dana Hibah

Senator Bridget McKenzie
Beintegritas dan memiliki rasa malu  sepertinya sesuatu yang harus dicontoh oleh para pejaat di Indonesia. Budaya malu akan bisa manjaga para pejabat melakukan hal - hal yang melanggar norma , baik itu norma sosial, norma agama, ataupun norma hukum porsitif yang berlaku. Banyaknya pejabat yang melakukan korupsi atau melindungi koruptor  diakibatkan oleh salah satunya telah hilangnya rasa malu dari para pejabat di Indonesia.

Bagaimana bisa para koruptor itu misalnya tersenyum sumringah seolah tanpa mersa  bersalah ketika sudah mengenakan rompi orange khas tahanan KPK. Belum lagi kadangkala mereka minta didoakan ketika para tahanan KPK tersebut diwawancarai oleh para wartawan. Iya, tentu kami doa'akan para koruptor membusuk di penjara.

Seperti diberitakan oleh viva.co.id, Seorang Menteri Olahraga sekaligus Menteri Pertanian Australia Senator Bridget McKenzie akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Minggu (2/2/2020) setelah berhari-hari menjadi sorotan karena skandal hibah. Memang berapa jumlah hibah yang dieprmasalahkan? "Hanya" sebesar Rp 350 juta. Mengapa jumlah segitu disebut dengan hanya? Bandingkan saja jumlah 350 juta tersebut dengan jumlah 13,7 triliun yang digarong dari Jiwasraya.

Perdana Menteri Asutralia Scott Morrison mengumumkan, Senator McKenzie juga melepaskan jabatannya sebagai Wakil Pimpinan Partai Nasional.

Dana Hibah

Kasus ini berawal ketika pada Februari 2019 ketika Senator McKenzie mengalokasikan dana hibah sebesar 35.980 dolar atau sekitar Rp 350 juta untuk memperbaiki toilet sebuah klub menembak yang bernama The Wangaratta Clay Target Clubdi Wangaratta, negara bagian Victoria, Australia.

Hibah seperti ini sebenarnya lazim saja dilakukan para anggota parlemen, apalagi Wangaratta  tempat Akan tetapi hal ini kemudian menjadi sorotan karena belakangan diketahui bahwa Senator McKenzie merupakan anggota dari klub menembak tersebut.

Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Perdana Menteri dan Kabinet menemukan bahwa Senator McKenzie telah melanggar kode etik menteri karena tidak mengumumkan keanggotaannya pada klub menembak tersebut.
Menurut hasil penyelidikanm, seharusnya potensi konflik kepentingan diumumkan dalam kasus ini.
Karena  Menteri McKenzie tidak melakukan hal itu sehingga ia dinilai telah melanggar kode etik menteri.

McKenzie  Mundur

Sebagai konsekuensinya, dalam pernyataannya pada hari Minggu (2/2/2020), Senator McKenzie mengaku menerima hasil penyelidikan ini namun akan tetap bertahan sebagai senator. Menurut McKenzie, ia memandang  peran sebagai menteri dengan sangat serius dan ia paham bahwa masyarakat mengharapkan anggota parlemen memiliki standar tertinggi.

Namun  demikian,  McKenzie membantah bahwa keanggotaannya di klub menembak tersebut telah mempengaruhi keputusan pemberian hibah. "Saya juga tidak menerima keuntungan pribadi," kata Senator McKenzie.

Dia menambahkan dirinya akan tetap mendukung olahraga menembak yang disebutnya seringkali memberikan kemenangan bagi Australia di ajang Olimpiade.

Bayangkan, untuk sebuah kasus hibah dimana MMcKenzie  tidak memndapatkan keuntungan pribadi saja, ia harus mundur karena melanggar kode etik.  Bagainana di Indonesia?  Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi pun dilemahkan.
Baca Juga

No comments:

Powered by Blogger.