DWS, TOA dan Rendahnya Intelektualitas Buzzer Politik

disaster warning system
Salah satu ikhtiar Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi datangnya musibah sseperti banjir adalah dengan menggunakan alat canggih berupa DWS (Disaster Warning Sytem) atau EWS (Early Warning System). Pemakaian alat DWS dimaksudkan untuk menyelamatkan kehidupan. DWS bukan untuk menangkal banjir, tapi untuk memperingatkan masyarakat ketika datang banjir untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Penambahan 6 Set DWS Baru



Pemakaian DWS tentunya bukan satu - satunya cara dalam mengantisipasi datangnya musibah. DWS merupakan salah satu dari sekian banyak langkah dan upaya lain untuk mengantisipasi musibah banjir. Upaya lain juga dilakukan Pemprove DKI untuk menanggulangi banjir misalnya dengan naturalisasi  sebanyak 13 sungai di DKI Jakarta, pembuatan jutaan lubang biopori sebagai lubang resapan. pengerukan waduk dan sebagainya.

Pemprov DKI menganggarkan 4.03 M untuk pengadaan penambahan  6 set DWS baru untuk menambah unit yang sudah ada sebagai salah satu upaya antisipasi datangnya banjir. DWS akan memberikan peringatan ke warga masyarakat ketika ketinggian banjir sudah mencapai level tertentu.

Berita Yang Misleading 



Berita mengenai DWS di beberapa media online sepertinya cenderung misleading dengan menyebut EWS ini dengan kata "TOA". Sementara dalam pemahaman msyarakat pada umumnya, kata TOA mengacu ke alat pengeras suara seperti yang dipakai di Masjid  pada umumnya. Menjadi misleading ketika harga 6 unit TOA mencapai 4.03 milyard. Padahal sebenarnya TOA hanyalah salah satu bagian dari DWS itu sendiri. Berita memang selalu butuh sensasi agar orang mau membacanya.

disaster warning system


disaster warning system


disaster warning system

Kesalahpahaman dan kekurang pengetahuan seperti inilah yang kemudian digoreng oleh kelompok buzzer yang merupakan haters Anies Baswedan. Bisa jadi, sebagain buzzer tersebut sebenarnya juga sudah paham dan tahu benar bahwa harga 4.03 milyard adalah harga yang masuk akal untuk 6 set DWS. Tetapi karena fungsi buzzer adalah untuk menyesatkan dan membuat kebingungan pemahaman di kalangan masyarakat, mereka menggoreng isu TOA ini menjadi gorengan renyah yan seolah - olah enak untuk dinikmati.


Rendahnya Intelektualitas Buzzer Politik



Isu TOA seharga 4 milyard digoreng habis - habisan oleh para buzzer haters Anies Baswedan dengan tagar yang cukup serem misalnya #JKTBergerakTurunkanAnies. Stattemen aneh - aneh dan tidak sesuai fakta pun bermunculan di Twitter misalnya. Kesannya, cuitan - cuitan para buzzers ini bukan keluar dari orang - orang yang well-educated.

disaster warning system


disaster warning system

disaster warning system


Meluruskan Pemahaman Buzzer



Selain tweet para buzzer haters Anies Baswedan, juga ada ribuan cuitan yang meluruskan pemahaman para buzzer haters tersebut. Cuitan yang meluruskan pemahaman soal DWS ini datang dari kelompok pendukung Anies Baswedan maupun dari orang - orang yang paham mengenai DWS dan pentingnya penggunaan alat tersebut.


Dikutip dari indopolitika.com, berikut adalah komponen-komponen DWS, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI:

– Outdoor Broadcasting equipment: perangkat utama, perangkat yang didesain untuk di luar ruangan, sehingga tahan hujan dan panas.

– Step Down Transformer: peralatan untuk supply daya listrik, untuk menurunkan daya listrik PLN dari 220V AC ke 100V AC.

– Horn Speaker: pengeras suara untuk menyampaikan suara dari Warning Equipment ke masyarakat sekitar potensi banjir. Berjumlah empat speaker dalam satu set.

– Storage Battery: diperlukan untuk menyimpan daya listrik bila peralatan mati karena sumber listrik dari PLN tidak ada. Diperkirakan mampu bertahan sampai 6 jam.

– Antenna: diperlukan untuk mengarahkan komunikasi ke master station (Pusdalops BPBD Provinsi DKI Jakarta), komunikasi ini diperlukan supaya Pusdalops bisa mengontrol secara remote ke warning station sewaktu-waktu sesuai kondisi/keadaan.

– Coaxial Arrester: dipakai untuk menangkal petir melalui jalur kabel coaxial dari antenna ke warning equipment.

– Pole: untuk memasang beberapa perangkat di tiang bila tidak ada tempat untuk memasang di ruangan. Pole ini sangat diperlukan bila warning station menggunakan teknologi radio VHF karena untuk penempatan antenna dan speaker, makin tinggi posisi antenna akan makin bagus untuk bisa berkomunikasi dengan master station di Pusdalops.

Kamu bisa baca referensi mengenai DWS ini di beberapa artikel berikut :

wikipedia.com
nhk.or.jp
centreforpublicimpact.org
indopolitika.com
Baca Juga

No comments:

Powered by Blogger.