Buzzer vs Influencer. Apa Bedanya?


Seperti sudah dibahas di artikel sebelumnya, politik di Indonesia sanat riuh di media sosial karena  diramaikan juga oleh buzzer, terutama di dunia maya seperti Facebook dan Twitter. Tugas buzzer adalah untuk mempengaruhi preferensi pilihan politik masyarakat. Buzzer cenderung menghalalkan segala cara untuk mendukung pilihan politik mereka, bahkan mereka tak segan untuk menyebarkan hoax.

Kerja buzzer juga dimaksudkan agar masyarakat bingung untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Bagi buzzer, mau benar atau salah, yang penting tokoh yang mereka dukung meraih kemenangan dan kekuasaan tanpa memperdulikan dampak bagi masyakarat secara umum. Buzzer bisa berupa akun dengan nama asli maupun akun anonim, bahkan satu buzzer bisa memiliki lebih dari 1 akun medsos.

Di sisi lain, ada juga akun influencer yang  biasanya merupakan tokoh - tokoh agama, politik, artis, atau hanya pegiat media sosial dan sebagainya.

Beda Buzzer dan Influencer

Seperti dimuat di kompas.com, menurut pengamat media sosial Enda Nasution, buzzer merupakan akun-akun media sosial yang tidak mempunyai reputasi untuk dipertaruhkan. Buzzer biasanya lebih ke kelompok orang yang tidak jelas siapa identitasnya, lalu kemudian biasanya memiliki motif ideologis atau motif ekonomi di belakangnya dan kemudian menyebarkan informasi. Sementara buzzer, memiliki nama dan akun asli  dengan latar belakang dan profil yang jelas.

Kembali dikutip kompas.com, berikut beda buzzer dan influencer :

Buzzer :

1. Akun -akun di media sosial yang tidak memiliki reputasi yang dipertaruhkan.
2. Buzzer lebih merupakan kelompok - kelompok yang tidak jelas siapa identitasnya, biasanya memiliki motif ideologis dan ekonomis.
3. Buzzer ada yag dibayar dan ada juga yang merupakan sukarelawan.

Influencer :

1. Akun - akun medsos yang memiliki nama dan latar belakang yang jelas.
2. Infkuencer biasanya memiliki pengikut yang besar dan memiliki prefrensi untuk mendukung atau tidak mendukung sesuatu.

Dampak Buzzer:

1. Menimbulkan kebingungan di masayarakat
2. Masyarakat bisa terjebak popularism, artinya yang paling popluler itulah yang dianggap paling benar.

Buzzer & Influencer Menurut Winstarlink

Pendapat yang hampir sama mengenai buzzer dan influencer, juga dimuat di winstarlink.com. Bedanya, menurut winstarlink.com baik baik buzzer maupun inlfuencer sebenarnya memiliki kesamaan. Winstarlink Media adalah  sebuah Perusahaan Digital Agency & Full Service Digital Marketing.

Menurut winstarlink.com, buzzer, influencer atau rain maker itu sebenarnya sama saja, hanya istilahnya saja. Influncer adalah orang yang mampu mempengaruhi follower ( pembaca blognya, teman facebooknya, follower twitter-nya), sehingga memberikan efek buzz di social media. Mempengaruhi dalam aspek informasi, trend dan lain lain sehingga di ikuti oleh yang lainnya.

Berikut beberapa pengertian influencer dari beberapa nitizen dunia yang dihimpun winstarlink.com:

Rob Stone, Cornerstone: influencer adalah seseorang yang punya cara berpikir dan cara mengekspresikan diri yang berbeda-beda.

Josh Peskowitz, fashion editor: influencer adalah seseorang yang menjadi perhatian banyak orang karena kreatif dan inovasinya, atau bisa mengenali apa yang terjadi di masa datang dan bisa mempopulerkannya lebih dahulu dibanding orang lain.

Sky Gellatly, Team Epiphany: influencer adalah seseorang yang sangat dihormati, yang setiap opininya punya nilai.

Deirdre Maloney, BPMW Agency: influencer adalah seseorang yang bisa mengambil ide, brand, konsep, yang tidak ada dalam kesadaran mainstream, lalu mengubahnya menjadi kesadaran mainstream.

Jeff Staple, Staple Design: influencer adalah seseorang yang didengarkan opininya, dipercayai, dan membuat orang lain bereaksi setelahnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh winstarlink, bahwa seorang buzzer bisa diartikan orang yg mempromosikan, mengiklankan dan mengkampanyekan suatu produk dan jasa orang lain . Bisa brand , event , orang atau kelompok.

Jenis - jenis Buzzer

Menurut winstarlink, buzzer dikelompokkan menjadi 2 kelompok:

Buzzer idealis biasanya akan selektif dan pilih pilih dalam mengambil suatu iklan. Dia akan menerima iklan dari klien yang sesuai atau cocok dengan hati nuraninya dia aja bukan semata mata di bayar.

Buzzer komersil biasanya akan mengambil iklan apa aja asalkan ada sesuatu yg bisa di dapat. Bisa uang , tiket liburan dan sebagainya.

Pada realitanya, walaupun profil nya jelas, seorang influencer jugabbisa merangkap menjadi buzzer karena isu yang mereka posting bias dan bahkan menyesatkan dan hoax. Ini biasanya terjadi di dunia politik yang cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan dan kekuasaan.

Kamu sendiri lebih pilih menjadi influencer atau buzzer? Ada baiknya kita bijak dalam menggunakan media sosial, so sebaiknya jangan ikut - ikutan menjadi buzzer.

Baca Juga

No comments:

Powered by Blogger.