Buzzer Ribut Soal Pohon di Monas, Tapi Bungkam Soal Alih Fungsi Hutan

Revitalisasi  Monas merupakan bagian dari program jangka panjang DKI Jakarta  untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH). Menurut Pemprov DKI Jakarta, proyek revitalisasi justru untuk menghijaukan kawasan cagar budaya tersebut. Sisi Barat Daya Monas akan digunakan untuk stasiun MRT fase II. Untuk meberikan akses agar alat berat bisa masuk ke kawasan proyek, dilakukan penebangan sebanyak 92 pohon. Akan tetapi pohon - pohon yang sudah ditebang tersebut kini sudah diganti dengan menanam 920 pohon baru terdiri dari 800 pohon tabetuya dan 120 pohon cemara norfolk. Demikian diberitakan kumparan.com Senin 20 Januari 2020. Proyek di sisi Barat Daya ini tersebut menjadi tanggung jawab PT. MRT.

Sementara proyek di sisi Selatan pelataran Monas merupakan proyek pembangunan Plaza Senayan yang dikerjakan Pemprov DKI. Pelataran sisi selatan ini akan dibuat sebagai plaza untuk upacara atau jenis kegiatan publik lainnya. Untuk proyek ini Pemprov DKI Jakarta mencabut sebanyak 190 pohon. Sebanyak 85 pohon dipindahkan ke area Barat, Timur, serta area parkir kendaraan.

Untuk Menyerang Anies


Pemindahan  pohon di kawasan Monas ini langsung menjadi bahan gorengan oleh para buzzer untuk menyerang Anies Baswedan.


Pemindahan Pohon Untuk Revitalisasi Kawasan Monas


Proyek revitalisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta ini nantinya akan memperluas lahan hijau di kawasan pelataran silang Monas. Disamping itu, lahan parkir IRTI yang berlokasi di depan Plaza selatan nantinya juga akan dikurangi dan dijadikan kawasan hijau.

Desain Baru Kawasan Monas


Proyek penambahan kawasan hijau dan penanaman pohon diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun kedepan dengan desain baru yang jauh lebih hijau dari sekarang. Desain revitaslisasi kawasan Monas ini mengacu pada rencana induk yang dimiliki Pemprovsejak 1997.

Baca Juga

No comments:

Powered by Blogger.